Posted by: idi kabupaten cirebon | June 25, 2010

DAMPAK PENGGUNAAN NARKOBA

Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain “narkoba”, istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif.

Semua istilah ini, baik “narkoba” atau napza, mengacu pada sekelompok zat yang umumnya mempunyai risiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar kesehatan narkoba sebenarnya adalah psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioparasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini presepsi itu disalah gunakan akibat pemakaian yang telah di luar batas dosis. (id.wikipedia.org)

Penyalahgunaan narkoba adalah penggunaan narkoba di luar keperluan medis, tanpa pengawasan dokter dan merupakan perbuatan pelanggaran hukum.

Dalam Al- Qur’an disebutkan bahwa meminum minuman keras (beralkohol) dan menggunaan narkoba di luar tujuan medis merupakan dosa besar (QS Al Baqarah 2:219 dan QS Al Maidah 5:91)

Penyalahgunaan narkoba merupakan suatu proses yang makin meningkat dari taraf coba- coba ke taraf penggunaan  untuk hiburan, penggunaan situasional, pengunaan teratur sampai kepada ketergantungan. Memasuki tara coba- coba bisa langsung terseret kepada taraf ketergantungan oleh karena sifat narkoba mempunyai daya menimbulkan ketergantungan yang tinggi.

Mengapa orang menyalahgunaan narkoba?

1. Faktor Diri, Biologis dan Kepribadian Perilaku: keimanan dan ketaqwaan yang lemah, kepribadian yang lemah, ketenggangan jiwa

2. Faktor Narkoba itu Sendiri : sifat dan khasiat narkoba yang dapat menimbulkan ketagihan dan ketergantungan

3. Faktor Lingkungan: Rumah tangga/ keluarga yang bermasalah, anggota keluarga/pacar/teman menjadi pengedar, lingkungan pergaulan, sering berkunjung ke tempat hiburan

Dampak Penyalahgunaan Narkoba

a. Opioida

opioida mempunyai khasiat  menghilangkan rasa nyeri (analgesik), membuat tidur, menimbulkan rasa gembira berlebihan. Pemakaian secara terus menerus cepat menimbulkan toleransi dan pemakaian kronis dapat menimbulkan ketergantungan. Bila sudah terjadi ketergantungan dan dihentikan, maka akan timbul gejala putus obat (withdrawal syndrome)

Gejala penggunaan opioida: mata menyempit, tekanan darah menurun, denyut melambat

Dampak opioida : menimbulkan rasa gembira berlebihan, penurunan kesadaran, apatis/tidak acuh, hilangnya konsentrasi.

b. Ganja

Gejala penggunaan Ganja: denyut nadi meningkat, mata merah mulut kering, mengantuk

Dampak Ganja: Hilaritas (kegaduhan), Rasa khawatir (anxietas), perasaan tertekan, Gelisah, radang paru- paru, iritasi dan bembengkakan saluran nafas, memperburuk aliran darah koroner dan dapat menyebabkan serangan jantung, menurunkan kadar hormon pertumbuhan, pada laki- laki mengurangi jumlah sperma dan pada wanita menimbulkan gangguan menstruasi dan aborsi.

c. Kokain

kokain termasuk golongan stimulant yang secara fisik bekerja terhadap susunan syaraf pusat, syaraf tepi dan sistem jantung dan pembuluh darah. penggunaan dosis rendah kokain dapat menimbulkan efek kinerja  motorik meningkat dan denyut jantung melambat. Sedangkan pada dosis tinggi dapat menimbulkan dampak denyut jantung meningkat, tidak teratur, dan tekanan darah meningkat, kejang- kejang serta gemetaran.

Gejala penggunaan kokain: kesadaran kabur, pernafasan tak teratur, gemetaran, denyut nadi meningkat, tekanan darah meningkat

Dampak kokain: rasa curiga berlebihan , rasa cemas, halusinasi penglihatan dan pendengaran, pernafasan berhenti, kematian.

d. Amphetamine

Gejala penggunaan Amphetamine: banyak bicara, nafas lebih cepat, tekanan darah naik, jantung berdebar dan detak jantung tidak teratur

Dampak penggunaan Amphetamine: hipersomnia, nyeri seluruh badan, sesak nafas, mudah tersinggung, kesadaran kabur, kejang- kejang, psikosis, mati

e. Sedatif- Hipnotik

Dampak penggunaan sedatif- hipnotik (barbiturat): nafas pendek, tekanan darah menurun, gangguan konsentrasi, emosi labil, cenderung bunuh diri.

f. Hallusinogen

Dampak penggunaan LSD, Meskalin dan Psilosibin:tegang, ilusi pandang, kemampuan pengendalian diri lemah, rasa khawatir berlebihan

g. Inhalasi

Dampak penggunaan Inhalasi: Pandangan terganggu, kemampuan mempertimbangkan baik- buruk berkurang, refleks lambat, kematian mendadak tanpa tanda- tanda sebelumnya

(sumber dikutip dari Pedoman pencegahan Penyalahgunaan NARKOBA bagi pemuda -BNN)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: